PENTING, Sebelum Sinkronisasi Lengkapi Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pembaruan data PTK harus dilakukan pada aplikasi dapodik, penginputan harus sesuai dengan fakta integritas yang ada sehingga tidak terjadi kesalahan penginputan. Adapun beberapa PTK mutasi yang harus diinputkan kembali di sekolah baru pada aplikasi dapodik atau pun data PTK yang sudah berganti dan harus diperbaiki
.
a) Tambah PTK Baru
Untuk menambah data PTK prosedurnya sama dengan tambah peserta didik, dimana prosedur tambah data PTK tidak mensyaratkan pencarian data terlebih dahulu ke server melalui sinkronisasi karena fitur tersebut telah di nonaktifkan.

alur tambah PTK baru
Berikut adalah penjelasan dari gambar diagram prosedur tambah PTK baru diatas :
 Klik menu TAMBAH lalu input data PTK yang diminta di formulir penampung
tabel penampung tambah PTK baru
pindahkan data ke tabel utama dengan menu PINDAHKAN KE TABEL UTAMA satu-persatu.
tombol pindahkan ke tabel utama di tabel penampung tambah PTK baru
Lengkapi data PTK, lalu pilih tombol SIMPAN untuk menyimpan data.

b) PTK Keluar

Untuk mengisi data PTK yang keluar, yang harus dilakukan adalah klik nama PTK yang akan dikeluarkan, kemudian klik [Penugasan 2015/2016] yang terdapat di tabel PTK, selanjutnya pilih salah satu isian [Keluar Karena], dan terakhir isi terhitung mulai tanggal berapa PTK tersebut keluar, lalu klik [Simpan] atau [Save and Close].
pengisian PTK keluar
Jika sudah berhasil tersimpan, maka PTK tersebut akan otomatis masuk ke dalam tabel PTK Keluar.
PTK keluar yg berhasil tersimpan di tabel PTK Keluar
Untuk membatalkan, pengguna cukup meng-klik nama PTK yang akan dikembalikan ke tabel utama PTK, kemudian klik tombol [Batalkan].

c) Pembaruan Data Rincian PTK

Pengisian Data PTK
Untuk data PTK, berikut adalah cara pengisiannya:
identitas PTK
  • Nama: diisi sesuai dengan ijazah.
  • NIK: Nomor Induk Kependudukan yang tertera di KTP/ Kartu Keluarga.
  • Jenis Kelamin: cukup jelas.
  • Tempat dan tanggal lahir: diisi sesuai dengan akta kelahiran atau KTP. Pastikan pengisian tanggal dan bulan lahir PTK bersangkutan tidak terbalik.
  • Nama Ibu Kandung: cukup jelas.
Perlu diperhatikan dalam pengisian kecamatan di tabel PTK karena banyak terjadi kesalahan pengisian kecamatan. Yang menjadi catatan penting pada saat mengisi isian kecamatan adalah apabila pengguna menemukan tanda , pengguna wajib memilih salah satu pilihan yang ada atau dengan mengetik beberapa frasa agar sistem melakukan filtering isian tersebut. Selanjutnya, dari pilihan yang muncul pengguna dapat langsung menekan/ memilih pilihan data yang sesuai (aturan tanda tersebut berlaku umum).

contoh pengisian kecamatan
Dengan melihat gambar diatas, pengguna yang mengetikkan “cisarua” pada isian kecamatan, maka dengan otomatis sistem akan menampilkan semua kecamatan yang bernama Cisarua dengan disertai nama kabupaten atau kotanya. Pastikan yang dipilih adalah kecamatan yang sesuai dengan kabupaten atau kota yang sesuai.

Status kepegawaian: Pengisian status kepegawaian mengacu kepada status yang melekat pada PTK tersebut. Pilihannya antara lain:
 PNS/ CPNS: cukup jelas.
 PNS diperbantukan: PNS yang ditugaskan di sekolah swasta sebagai sekolah induknya (satmingkal).
 PNS Depag: cukup jelas.

 GTY/PTY: PTK tetap yang diangkat oleh kepala yayasan.
 GTT/PTT Provinsi: PTK yang diangkat oleh kepala daerah tingkat I (gubernur)
 GTT/PTT Kab/kota: PTK yang diangkat oleh kepala daerah tingkat II (bupati atau walikota)
 Guru Bantu Pusat: PTK yang diangkat oleh pusat/kemdikbud.
 Guru Honor Sekolah: PTK yang diangkat oleh kepala sekolah.
 Tenaga Honor Sekolah: Tenaga kependidikan non-guru yang diangkat oleh kepala sekolah.

- NIP: cukup jelas.
- NIY/ NIGK: Nomor Induk Yayasan / Nomor Induk Guru Kontrak.
- NUPTK: Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan
- Jenis PTK: cukup jelas.
- SK Pengangkatan: nomor SK Pengangkatan sesuai dengan status kepegawaian yang dipilih.
  • Status kepegawaian PNS: SK pengangkatan sebagai PNS (SK 100%)
  • Status kepegawaian CPNS: SK pengangkatan sebagai CPNS (SK 80%)
  • Status kepegawaian GTY/PTY: SK pengangkatan sebagai GTY
  • Status kepegawaian Guru Honor Sekolah: SK pengangkatan sebagai guru honor sekolah pertama kali.
TMT Pengangkatan: Terhitung Mulai Tanggal berlaku pada SK Pengangkatan di status kepegawaian.
Lembaga Pengangkat: diisi sesuai dengan status kepegawaian yang dipilih.
SK CPNS dan TMT CPNS: cukup jelas.
TMT PNS: cukup jelas.
Pangkat/ Golongan: diisi sesuai dengan pangkat/ golongan pertama kali sesuai dengan SK pengangkatan  
diatas, bukan berdasarkan SK pangkat/ golongan terakhir. Pendeteksian pangkat/ golongan terakhir ada 
pada data rinci PTK yaitu riwayat kepangkatan.
Sumber gaji: diisi sesuai dengan SK pengangkatan dan status kepegawaiannya.
  • APBN: Jika gaji dibayar oleh pemerintah pusat (PNS/ Guru Bantu Pusat).
  • APBD Provinsi: Jika gaji dibayar oleh pemerintah provinsi (PNS Provinsi/ Guru Honor Daerah).
  • APBD Kab/Kota: Jika gaji dibayar oleh pemerintah daerah kab/kota (PNS kab/kota atau guru honor kab/kota).
  • Yayasan: Jika gaji dibayar oleh yayasan (GTY/PTY).
  • Sekolah: Jika dibayar oleh sekolah (Honor Sekolah).
  • Lembaga donor: jika gaji dibayar oleh lembaga diluar instansi diatas.
Catatan: Sistem Dapodikdas tidak menghitung masa kerja PNS yang mempunyai latar belakang GTY/Guru Honor Sekolah. Masa kerja PNS dihitung dari pengisian riwayat gaji berkala (data rinci PTK), sedangkan masa kerja non-PNS diambil dari data inpassing/ penyetaraan non-PNS.

Silahkan tinggalkan jejak sobat untuk berkomentar terkait artikel di atas, biasakan membaca terlebih dahulu sebelum bertanya.
Bagi rekan-rekan Operator Sekolah yang bisa menjawab silakan untuk bisa membantu
EmoticonEmoticon