Tampilkan postingan dengan label KIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIP. Tampilkan semua postingan

Panduan lengkap pengisian KIP pada Aplikasi Dapodik

Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.


Kita ketahui bahwa batas pengisian KIP pada Aplikasi Dapodik adalah tanggal 31 Agustus 2017, maka dari itu kita harus benar-benar mengutamakannya demi anak-anak yang kurang mampu.

Panduan Pengisian Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini secara resmi telah dikeluarkan oleh pihak terkait, berikut Panduan lengkap pengisian KIP pada Aplikasi Dapodik  bisa di download melalui link dibawah ini :



Daftar Download Pendukung Aplikasi Dapodik Versi 2017

Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Penyaluran Dana KIP Tahun 2016

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan yang bertujuan untuk (1) mendorong anak usia 6-21 tahun untuk kembali bersekolah atau memperoleh layanan pendidikan non formal, dan (2) mencegah siswa putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.


Mulai bulan April 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengirimkan 17,9 juta KIP ke alamat rumah tangga anak usia 6-21 tahun melalui PT. Satria Antaran Prima dan PT. Dexter Ekpressindo. Namun sampai akhir September 2016, jumlah peserta didik yang melaporkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada sekolah/lembaga pendidikan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masih belum optimal.

Untuk lebih lengkapnya silahkan Download Surat Edaran Nomor: 9 Tahun 2016 Tentang Penyaluran Dana KIP Tahun 2016 DISINI
Sumber : www.kemdikbud.go.id

Solusi mengatasi data KKS/KIP Berbeda dengan data di Dapodik

Di bulan Suci Ramadan ini Operator hampir disibukan dengan pekerjaan pendataan Program Indonesia Pintar (PIP), banyak sekali kendala dalam pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tersebut diantaranya, perbedaan nama pada Kartu KKS atau Kartu KIP dengan data nama siswa di Aplikasi Dapodik, itu sudah sangat membingungkan kita dalam pengerjaan pendataan KIP tersebut, nah kali ini saya akan membagikan solusi mengatasi data KKS/KIP berbeda dengan data di Dapodik, berikut saya kutip dari sebuah postingan di salah satu Media sosial.


"Dengan keyakinan saya bahwa sebagian besar OPS sudah bekerja semaksimal dan seteliti mungkin tentang data siswa di sekolahnya dalam artian sudah benar-benar mengacu pada dokumen-dokumen kependudukan yang ada seperti Ijazah/Akta Kelahiran/KTP/Kartu Keluarga, maka bila data di dapodik/sekolah ada perbedaan dengan yang ada di KKS/KIP, maka sebaiknya lakukan langkah-langkah teknis sbb :

1. Kenali anak dari keluarga penerima KKS dan KIP, pastikan bahwa mereka adalah benar keluarga atau anak yang dimaksud oleh KKS/KIP tersebut.

2. KKS menjadikan wajib untuk terbitnya KIP, artinya : Setiap anak yang masih bersekolah yang keluarganya mempunyai KKS, maka anak tersebut berhak mendapatkan KIP. Tapi hubungan ini tidak berlaku sebaliknya, karena bisa saja seorang anak mempunyai KIP tapi keluarganya ternyata tidak memiliki KKS (adanya penambahan kuota penerima Beasiswa Miskin dan pengusulan dari dapodik mungkin yang menyebabkan bisa terjadinya kasus ini).

3. Bila sudah dipastikan bahwa keluarga/anak yang dimaksud oleh KIP adalah benar keluarga/anak ybs, tetapi ternyata data di KKS/KIP berbeda dengan yang ada di Dapodik/KK, maka lakukan :
  • Masukan Nomor KIP sesuai dengan yang tertera pada KIP.
  • Untuk Data kependudukan lain (Data Individual siswa dan Ortu), seperti Nama, Tempat/tgl lahir, Nama Ayah dan Ibu tetap gunakan data yang telah ada di Dapodik/KK.
  • Untuk Perbedaan-perbedaan yang ada antara data di KIP/KKS dengan data di Dapodik/KK, maka untuk validasinya bila memang diperlukan atau dipinta oleh pihak penyalur dana KIP, maka sebaiknya pihak sekolah bekerjasama dengan Pihak Pemerintah Desa dimana siswa itu tinggal yaitu melakukan cross chek ulang data tersebut secara bersama-sama dan selanjutnya meminta Surat Keterangan dari Desa tentang perbedaan yang ada.
(Dengan kata lain : Nomor KIP ambil dari kartu KIP, sementara data individual gunakan data Dapodik/KK).
DOWNLOAD JUGA SURAT EDARAN TENTANG PENDATAAN SISWA PENERIMA KIP 2016
CATATAN : Artikel ini bukan dari sumber kemdikbud ataupun Pihak Penerbit KKS/KIP tapi murni dari kesimpulan atas kejadian yang terjadi dilapangan. Jadi sifatnya sekedar membantu. Tidak wajib diikuti tapi bila dirasa berguna silahkan untuk diambil manfaatnya.
Terima kasih.

Cara Mengetahui Siswa Penerima KIP melalui Website Dapodikdasmen

Cara Mengetahui Siswa Penerima KIP melalui Website Dapodikdasmen itulah yang akan saya bahas kali ini, Kartu Indonesia Pintar atau sering kita sebut KIP sudah sangat merepotkan kita untuk harus menginputkan nomor KIP tersebut ke Aplikasi Dapodik, tapi ternyata Admin Dapodik sangatlah mengerti pekerjaan kita sebagai Operator Sekolah yang nasibnya belum begitu jelas, tapi tidak menjadi kendala bagi kita untuk melakukan pekerjaan pendataan Sekolah yang menurut saya sangatlah mulia, baik kembali ketopik, ternyata kita tidak perlu repot-repot memasukan nomor KIP ke Aplikasi Dapodik, nomor KIP akan otomatis masuk ke Aplikasi Dapodik setelah kita melakukan synkron Aplikasi Dapodik.

Untuk mengetahui siswa penerima KIP sebelum kita melakukan synkron dapodik ikuti langkah-langkah berikut :
2. Klik Login disebelah kanan atas dan pilih login Operator Sekolah, lihat gambar berikut ini

3. Masukan User dan Pasword sesuai dengan login pada saat membuka Aplikasi Dapodik.
4. Klik tanda panah sebelah kanan untuk melakukan login Sebagai Operator Sekolah
5. Klik Profile sekolah untuk melakukan Download data sekolah kita, lihat gambar berikut :
6. Buka hasil download Profile sekolah, format xls (exel)
7. Buka pada sheet data Peserta Didik dan lihat pada kolom terima KPS apakah daftar siswa tersebut "Terima" atau "Tidak" jika terima maka Nomor KIP ada pada kolom sebelahnya.lihat gambar berikut.

Nah itulah Cara Mengetahui Siswa Penerima KIP melalui Website Dapodikdasmen semoga bermanfaat, jangan lupa segera lakukan syink agar data KIP masuk ke Aplikasi Dapodik kita, share ya jika bermanfaat, trimakasih.

Mekanisme penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mendapatkan bantuan pendidikan di Tahun 2016/2017


Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejak akhir 2014

Bagi Anak Penerima KIP; maupun Anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Formal:

1. Anak penerima KIP yang bersekolah di sekolah formal membawa kartu yang dimiliki ke sekolah untuk didaftarkan sebagai calon penerima PIP dalam aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang dikelola oleh Kemdikbud.

2. Anak dari keluarga/rumah tangga pemegang KKS tetapi belum menerima KIP, yang bersekolah di sekolah formal juga dapat membawa kartu yang dimiliki ke sekolah dengan disertai dokumen pendukung (Kartu Keluarga/KK/surat keterangan yang menyatakan anak sebagai anggota keluarga/rumah tangga pemegang KKS jika keluarga tidak memiliki KK).

3. Sekolah kemudian memasukkan data anak (nomor KIP atau KKS) calon penerima PIP ke dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara benar dan lengkap. Data ini sekaligus berfungsi sebagai data usulan siswa calon penerima PIP dari tingkat sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi dan direktorat teknis pelaksana PIP di tingkat Pusat

Bagi Anak Penerima KIP; maupun Anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Non Formal (Paket/Kursus/Pelatihan dll):

1. Anak pemegang KIP maupun anak tanpa KIP (tetapi dari keluarga pemegang KKS) yang belajar di lembaga pendidikan non-formal (seperti SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan) melaporkan kartu ke SKB/PKBM/Lembaga Kursus dan Pelatihan tempat mereka terdaftar.

2. SKB/PKBM/Lembaga Kursus dan Pelatihan mendaftarkan anak pemegang KIP maupun anak tanpa KIP (yang keluarganya menerima KKS) untuk kemudian menyampaikan data usulan calon penerima manfaat PIP sesuai dengan Format Usulan Lembaga ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (seperti terlampir dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan PIP di Kemdikbud) atau melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar dalam Dapodik (sesuai dengan kesiapan dari Kementerian pelaksana program).

Bagi Anak Penerima KIP maupun anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang putus/tidak lagi bersekolah baik di sekolah formal maupuan non-formal:

1.Anak usia sekolah penerima KIP maupun yang tidak menerima KIP (tetapi keluarganya menerima KKS) tetapi putus/tidak lagi sekolah, harus mendaftarkan diri ke sekolah maupun ke lembaga pendidikan non-formal (seperti SKB/PKBM/Paket/Kursus dan Pelatihan, jika tidak dapat masuk ke sekolah) sebelum melaporkan kartu yang mereka terima ke lembaga pendidikan dan mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar.

2. Setelah terdaftar, sekolah/lembaga pendidikan tempat anak terdaftar, mengusulkan anak penerima kartu tersebut untuk didaftarkan sebagai calon penerima manfaat PIP baik melalui usulan calon penerima manfaat PIP 2016 sesuai dengan Format Usulan Lembaga ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (seperti terlampir dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan PIP di Kemdikbud) atau melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar dalam Dapodik (sesuai dengan kesiapan dari Kementerian pelaksana program).

3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan/meneruskan usulan anak calon penerima PIP dari sekolah/SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan sebagai usulan ke direktorat teknis pelaksana PIP di tingkat pusat.
Baca Juga : Cara Cek Penerima PIP tahun 2016
Proses Penyaluran Manfaat Program Indonesia Pintar/PIP:

1. Kemdikbud akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Siswa Penerima Bantuan PIP dan mengirimkan SK tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan, daftar penerima manfaat PIP ke lembaga penyalur yang telah ditunjuk.
2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akan mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar penerima manfaat PIP ke sekolah/lembaga pendidikan non formal lainnya beserta lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan.
3. Sekolah/lembaga pendidikan non formal lainnya memberitahukan ke siswa/orangtua waktu pengambilan dana bantuan.
4. Siswa/orangtua mengambil dana bantuan ke lembaga penyalur yang ditunjuk
Kementerian Agama (Kemenag)